Bupati Batu Bara Targetkan IVA Test Merata di 12 Kecamatan untuk Perkuat Deteksi Dini Kanker Perempuan
Batu Bara,bberlayar.com – Pemerintah Kabupaten Batu Bara mendorong pemerataan layanan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui program IVA Test di seluruh kecamatan. Langkah ini diambil untuk memperluas akses kesehatan bagi perempuan di daerah.

Komitmen itu disampaikan Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian saat menghadiri Gebyar IVA Test di Kecamatan Sei Suka, Selasa [9/6/2026]. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia.

“Kegiatan pemeriksaan IVA Test ini jangan hanya dilaksanakan di satu tempat, tetapi harus dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Batu Bara. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat, khususnya kaum ibu, yang mendapatkan layanan deteksi dini untuk menjaga kesehatan mereka,” ujar Baharuddin.

Acara turut dihadiri Ketua TP PKK Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Pj. Sekretaris Daerah, Direktur RSUD H. OK. Arya Zulkarnain, para camat, kepala desa, serta perwakilan PT Inalum dan Persatuan Wanita Inalum.

Baharuddin menyebut deteksi dini kanker leher rahim dan payudara sebagai langkah strategis karena masih menjadi ancaman utama kesehatan perempuan. Ia berharap program ini bisa diturunkan hingga ke tingkat desa dan menjadi budaya rutin bagi perempuan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati memaparkan target kesehatan Batu Bara 2026. Pemerintah daerah menargetkan mempertahankan capaian Universal Health Coverage di atas 99% dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80% melalui dukungan anggaran JKN Rp46 miliar. Selain itu, Pemkab menargetkan penurunan stunting menjadi 17,5%, perluasan program Cek Kesehatan Gratis, serta penguatan sarana dan alat kesehatan di puskesmas dan RSUD.

Pemkab Batu Bara berharap gebyar IVA Test dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, sehingga tercipta masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Program IVA Test merupakan metode skrining kanker serviks yang direkomendasikan Kemenkes karena cepat, murah, dan bisa dilakukan di puskesmas.(*)







