BATU BARA GEMPAR! Wabup Syafrizal Putus Mata Rantai Tengkulak, Petani Kini Bisa Akses Modal Mudah Lewat Bank Sumut
_Kolaborasi Bersejarah: Pembiayaan Khusus Cabai & Padi Resmi Dimulai, Janji Tingkatkan Kesejahteraan Petani Batu Bara_
Batu Bara,bberlayar.com – Sebuah langkah berani baru saja diambil Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk membebaskan petani dari jeratan tengkulak. Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E.M.AP., memimpin langsung penandatanganan kerja sama pembiayaan pertanian antara Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh, Senin (15/6/2026) di Aula Kantor Bupati Batu Bara.
Aksi nyata ini langsung disambut antusias. Pasalnya, untuk pertama kalinya petani cabai dan padi di Batu Bara mendapatkan akses modal resmi, cepat, dan berbunga ringan tanpa harus lagi “menjual panen” ke tengkulak sebelum waktunya.
“Cukup Sudah Petani Berjuang Sendiri”
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wabup Syafrizal tak menutupi realita pahit yang selama ini membelenggu petani.
“Selama ini para petani kita dihadapkan pada permasalahan klasik, yaitu keterbatasan modal hingga pembiayaan menjelang panen. Akibatnya, banyak petani yang memilih meminjam kepada tengkulak,” tegasnya.
Kini, melalui skema pembiayaan khusus ini, pemerintah daerah memastikan petani bisa bertani dengan tenang. Modal tersedia, pendampingan ada, dan hasil panen bisa dijual dengan harga yang lebih adil.
Sinergi Kuat Pemkab & Bank Sumut
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) disaksikan langsung oleh Pj. Sekda Batu Bara, serta jajaran petinggi Bank Sumut:
– Faisal Panggabean, Pimpinan Divisi Kredit Konsumer
– Ahmad Abdullah Simbolon, Pimpinan Departemen Pembiayaan Program
– Nurman Arif Budiman, Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh
Wabup Syafrizal menyebut kerja sama ini sebagai “langkah strategis” untuk menjadikan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Batu Bara.
“Saya berharap kerja sama ini benar-benar terlaksana dengan baik sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat dan harga hasil panen di tingkat petani lebih stabil,” ujarnya.
Modal Mudah, Suku Bunga Ringan, Pendampingan Lengkap
Bank Sumut tak hanya menyediakan pembiayaan. Petani juga akan mendapat pendampingan langsung dari penyuluh pertanian dan skema suku bunga kompetitif. Tujuannya satu: membuat usaha tani di Batu Bara naik kelas, berkelanjutan, dan sejahtera.
Wabup Syafrizal menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Sumut atas kepercayaan dan sinergi yang dibangun.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Bank Sumut atas kepercayaan, kepedulian, dan sinergi yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung kemajuan sektor pertanian,” ungkapnya.
Awal Baru Pertanian Batu Bara
Perjanjian ini menjadi sinyal kuat bahwa Batu Bara serius membangun pertanian mandiri. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan petani diharapkan menjadi model nasional dalam memutus rantai kemiskinan petani.
Wabup Syafrizal menutup dengan ajakan tegas: “Mari kita jaga komitmen ini. Waktunya pertanian Batu Bara maju, mandiri, dan sejahtera.”(*)




![*Pemkab Batu Bara Salurkan Kursi Roda & Tongkat, Janji “Tak Ada Lagi Disabilitas yang Tertinggal”* *BATU BARA* – Lagi-lagi kabar baik datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [Dinsos P3A] turun langsung menyalurkan bantuan kursi roda dan tongkat bagi penyandang disabilitas di dua kecamatan sekaligus. Aksi sosial itu digelar Rabu [24/6/2026] di Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Datuk Lima Puluh. Bantuan diberikan kepada warga yang sebelumnya sudah mengajukan permohonan lewat desa dan kelurahan. Bagi penerima, bantuan sederhana ini berarti banyak. Satu kursi roda bisa membuat seorang ibu bisa lagi keluar rumah menemui tetangga. Satu tongkat bisa mengembalikan kemandirian seorang bapak untuk ke masjid dan pasar tanpa bergantung penuh pada orang lain. “Kami ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri,” kata perwakilan Dinsos P3A di lokasi penyaluran. Penyerahan di Tanjung Tiram dilakukan langsung oleh Sekretaris Dinsos P3A bersama Lurah Tanjung Tiram. Sementara di Datuk Lima Puluh, tim Bidang Rehabilitasi Sosial yang turun ke lapangan. Yang menarik, program ini bukan bantuan sekali jalan. Di Tahun Anggaran 2026, Pemkab Batu Bara sudah menyiapkan alokasi alat bantu lain seperti alat bantu dengar dan kaki palsu. Semua diberikan setelah melalui proses asesmen agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Langkah ini sejalan dengan target pembangunan inklusif nasional: memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pembangunan. Ketika negara hadir bukan cuma lewat dokumen, tapi lewat barang yang bisa langsung dipakai, kepercayaan publik pun tumbuh. Dinsos P3A Batu Bara menyebut program rehabilitasi sosial ini akan berjalan berkelanjutan. Tujuannya jelas: meningkatkan mobilitas, produktivitas, dan partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah banyaknya isu birokrasi yang jauh dari rakyat, aksi cepat dan menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti ini jadi contoh yang layak ditiru daerah lain. Karena pembangunan berkeadaban dimulai dari hal-hal kecil yang membuat hidup warga jadi lebih layak. *Mengapa ini penting?* 1. *Tepat sasaran*: Bantuan diberikan setelah asesmen, bukan asal bagi-bagi. 2. *Berkelanjutan*: Bukan program musiman, tapi masuk dalam perencanaan APBD 2026. 3. *Inklusif*: Menunjukkan negara hadir untuk semua, termasuk penyandang disabilitas. Program ini bisa jadi model bagi kabupaten/kota lain yang ingin memperkuat perlindungan sosial tanpa banyak retorika. *Pemkab Batu Bara Salurkan Kursi Roda & Tongkat, Janji “Tak Ada Lagi Disabilitas yang Tertinggal”* *BATU BARA* – Lagi-lagi kabar baik datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [Dinsos P3A] turun langsung menyalurkan bantuan kursi roda dan tongkat bagi penyandang disabilitas di dua kecamatan sekaligus. Aksi sosial itu digelar Rabu [24/6/2026] di Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Datuk Lima Puluh. Bantuan diberikan kepada warga yang sebelumnya sudah mengajukan permohonan lewat desa dan kelurahan. Bagi penerima, bantuan sederhana ini berarti banyak. Satu kursi roda bisa membuat seorang ibu bisa lagi keluar rumah menemui tetangga. Satu tongkat bisa mengembalikan kemandirian seorang bapak untuk ke masjid dan pasar tanpa bergantung penuh pada orang lain. “Kami ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri,” kata perwakilan Dinsos P3A di lokasi penyaluran. Penyerahan di Tanjung Tiram dilakukan langsung oleh Sekretaris Dinsos P3A bersama Lurah Tanjung Tiram. Sementara di Datuk Lima Puluh, tim Bidang Rehabilitasi Sosial yang turun ke lapangan. Yang menarik, program ini bukan bantuan sekali jalan. Di Tahun Anggaran 2026, Pemkab Batu Bara sudah menyiapkan alokasi alat bantu lain seperti alat bantu dengar dan kaki palsu. Semua diberikan setelah melalui proses asesmen agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Langkah ini sejalan dengan target pembangunan inklusif nasional: memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pembangunan. Ketika negara hadir bukan cuma lewat dokumen, tapi lewat barang yang bisa langsung dipakai, kepercayaan publik pun tumbuh. Dinsos P3A Batu Bara menyebut program rehabilitasi sosial ini akan berjalan berkelanjutan. Tujuannya jelas: meningkatkan mobilitas, produktivitas, dan partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah banyaknya isu birokrasi yang jauh dari rakyat, aksi cepat dan menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti ini jadi contoh yang layak ditiru daerah lain. Karena pembangunan berkeadaban dimulai dari hal-hal kecil yang membuat hidup warga jadi lebih layak. *Mengapa ini penting?* 1. *Tepat sasaran*: Bantuan diberikan setelah asesmen, bukan asal bagi-bagi. 2. *Berkelanjutan*: Bukan program musiman, tapi masuk dalam perencanaan APBD 2026. 3. *Inklusif*: Menunjukkan negara hadir untuk semua, termasuk penyandang disabilitas. Program ini bisa jadi model bagi kabupaten/kota lain yang ingin memperkuat perlindungan sosial tanpa banyak retorika.](https://www.toko-sukses.com/wp-content/plugins/contextual-related-posts/default.png)

