Bupati Batu Bara Buka Sei Balai Cup II 2026: “Sepak Bola Bukan Cuma Tanding, Tapi Bikin Anak Muda Bersatu”
Batu Bara,bberlayar.com – Lapangan Dusun V Sei Balai meledak sore itu. Ribuan warga memadati pinggir lapangan, anak-anak naik ke bahu orang tua, teriakan “gol” pecah berkali-kali. Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian resmi membuka Turnamen Sepak Bola Pemuda Sei Balai Cup II Tahun 2026, Minggu 21 Juni 2026.
Bukan sekadar seremoni. Pembukaan turnamen ini berubah jadi pesta rakyat. Dari kepala dinas, camat, tokoh adat, sampai Ketua Pujakesuma dan Ketua DPC PKB Batu Bara, semua hadir. Tapi yang paling ramai tetap penonton biasa yang datang bawa tikar, kopi, dan semangat.
“Ini Bukan Cuma Bola, Ini Pemersatu”
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin bilang sepak bola itu lebih dari sekadar adu skill.
“Olahraga ini jadi media mempererat persaudaraan, membangun karakter, menumbuhkan semangat kebersamaan anak muda kita,” katanya di tengah lapangan.
Dia minta semua tim main keras tapi tetap jaga sportivitas. “Selamat bertanding. Tetap semangat, jaga sportivitas, sehat selalu, dan semoga semuanya jadi juara,” ucapnya disambut tepuk tangan riuh.
Yang bikin beda tahun ini: Bupati minta panitia kasih sertifikat resmi untuk juara dan pemain berprestasi.
“Sertifikat itu bisa dipakai buat kebutuhan mereka ke depan. Biar prestasi anak-anak kita ada buktinya, bukan cuma cerita,” ujarnya.
Harapan: Lahir Bintang dari Sei Balai
Bupati berharap turnamen ini jadi kawah candradimuka buat lahirnya atlet muda Batu Bara yang bisa tembus level provinsi dan nasional.
“Jangan sampai bakat anak kita mati karena nggak ada panggung. Sei Balai Cup ini harus jadi panggungnya,” tegasnya.
Pembukaan ditandai dengan penyerahan bola ke wasit di tengah lapangan. Kick off langsung dimulai dengan laga pembuka Singapore Land FC vs Salitan FC. Meski kelasnya turnamen desa, atmosfernya nggak kalah sama liga profesional. Sorakan, drum, bendera kecil, semua ada.
Merakyat dan Viral
Yang bikin turnamen ini cepat jadi perbincangan bukan hadiahnya, tapi suasananya. Warga datang dari desa sebelah cuma buat nonton. Anak-anak SD ikut nendang bola di luar lapangan sambil teriak nama tim jagoan mereka.
Di tengah isu anggaran pendidikan yang lagi disorot, Sei Balai Cup II jadi bukti kalau ruang buat anak muda berkumpul positif masih hidup di Batu Bara.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan. Warga sudah siap nongkrong tiap sore di Lapangan Dusun V Sei Balai.
Buat anak muda Batu Bara, pesannya sederhana: main bola boleh, tapi jangan lupa jaga nama baik daerah. Siapa tahu, dari lapangan tanah di Sei Balai ini lahir nama yang nanti dipanggil di GBK.(*)






