Bupati Batu Bara di HUT PRSB ke-72: “Kunci Maju Itu Kompak, Jangan Saling Jatuhkan”
Medan,bberlayar.com – Suasana Bernada Hall, Jalan Jamin Ginting Medan mendadak pecah tepuk tangan. Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian tampil di depan ratusan keluarga besar Punguan Raja Siagian Dohot Boruna (PRSB) yang baru saja merayakan HUT ke-72, Selasa (16/6/2026).

Di tengah tema perayaan _“Hasadaon I Do Las Ni Roha”_ yang berarti kebersamaan adalah sumber kebahagiaan, Baharuddin melempar pesan keras tapi sederhana: persatuan dan gotong royong adalah kunci daerah maju.
“Jangan Ada Sekat, Kita Satu Keluarga”

Bupati yang hadir bersama 6 kepala dinas dan Camat Sei Suka itu menegaskan, punguan bukan sekadar ajang kumpul keluarga.
“Kegiatan ini sangat berarti. Ini wadah untuk menyatukan pemikiran dan langkah. Kita harus kompak dan terus menjaga persatuan,” tegas Baharuddin di hadapan keluarga besar Siagian dari Medan dan sekitarnya.
Ia menyoroti, di tengah gempuran individualisme dan politik identitas, organisasi kekeluargaan seperti PRSB justru jadi benteng terakhir perekat sosial.
Ajakan Gotong Royong untuk Dampak Nyata

Baharuddin tidak berhenti di seremonial. Ia menantang PRSB untuk aktif turun tangan ke masyarakat.
“Buatlah apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan. Dengan berbuat baik, keberadaan kita akan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.

Pesan ini langsung disambut riuh. Bagi banyak hadirin, ajakan itu dianggap relevan dengan kondisi Batu Bara yang butuh sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan komunitas perantauan.
72 Tahun, PRSB Diminta Jadi Pemersatu Lintas Generasi

Memasuki usia 72 tahun, PRSB dinilai Baharuddin sudah saatnya naik level. Bukan hanya jaga budaya dan silsilah, tapi jadi motor penggerak pembangunan.
“Semoga PRSB semakin solid, maju, dan mampu menjadi wadah pemersatu yang menjaga nilai-nilai kekeluargaan, budaya, serta kebersamaan antargenerasi,” harapnya.
Acara ditutup dengan silaturahmi, hiburan, dan foto bersama. Kehadiran Bupati Batu Bara disebut panitia sebagai bentuk dukungan nyata Pemkab terhadap pelestarian budaya Batak di perantauan.(*)






