Bupati Batu Bara Usulkan 10 Kampung Nelayan Merah Putih, Targetkan Percepatan Ekonomi Pesisir
Batu Bara,bberlayar.com – Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian menegaskan komitmen memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Komitmen itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi dan pemantauan Program Kampung Nelayan Merah Putih KNMP di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kamis 4/6/2026.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP Dr. Ade Tajudin Setiawan, Inspektur II KKP Febry Budianto, Staff Ahli Menteri Bidang KNP Ir. Lutfi, Tim Jamintel Kejaksaan Agung, Tim BPKP, Kadis Kelautan dan Perikanan Sumut Imaida Noor Hasibuan, Kepala Perwakilan BPKP Sumut Farid Firman, unsur Forkopimda, dan kepala OPD.

Dalam paparannya, Baharuddin menyebut Batu Bara memiliki garis pantai sepanjang 62 km dengan 11.521 nelayan. Potensi sektor perikanan meliputi tangkap, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.

“Total produksi perikanan tangkap mencapai 53.231 ton per tahun 2025. Sebanyak 60 persen hasil tangkapan dikirim ke luar kota dan luar negeri dengan metode penangkapan mayoritas ‘One Day Fishing’,” ujar Baharuddin.

Ia menambahkan, hasil budidaya air payau seperti udang vaname dan ikan kerapu asal Batu Bara memiliki kualitas ekspor. Sementara budidaya laut didominasi kerang dan kepah.

Baharuddin bahkan menyebut Selat Malaka di wilayah Batu Bara sebagai “Selat Hormus-nya Indonesia” karena menjadi jalur lalu lintas kapal dan lokasi sejumlah proyek strategis nasional.

Untuk mengoptimalkan potensi itu, Baharuddin mengusulkan sejumlah program prioritas kepada KKP. Di antaranya pengerukan sedimentasi alur sungai guna memperlancar lalu lintas kapal nelayan, pembangunan 5 titik Kampung Nelayan Merah Putih, serta kampung budidaya tematik udang vaname dan rumah pengering ikan asin dengan teknologi solar dryer dome.

Bupati juga mendukung target nasional pembangunan 5.269 KNMP hingga 2029. Ia berharap sedikitnya 10 KNMP dapat dibangun di Batu Bara untuk mempercepat pembangunan kawasan pesisir.

Inspektur Jenderal KKP Dr. Ade Tajudin Setiawan menyatakan keberhasilan KNMP membutuhkan dukungan seluruh elemen. Program prioritas Presiden RI ini berorientasi pada pembangunan fisik yang mencakup dimensi sosial, ekonomi berkelanjutan, serta pemerataan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Rencana pembangunan KNMP pada 2026 ditargetkan sebanyak 1.259 lokasi di seluruh pesisir Indonesia. Tujuannya meningkatkan produktivitas nelayan, pendapatan, kesejahteraan, serta menciptakan penyerapan tenaga kerja,” ujar Ade.

Pemkab Batu Bara menyatakan siap mengawal implementasi program agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.(*)






