200 Hektare Sawah Terancam Kering, Bupati Batu Bara Bergerak Cepat Selamatkan Petani”

add_text_20260614_214250

Batu Bara,bberlayar.com – Janji tinggal janji? Tidak buat Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian.SH.MSi

 

Di tengah keluhan panjang petani soal irigasi rusak, Minggu (14/6/2026) ia langsung turun ke lapangan. Lokasinya: Dusun IV Kebun Sayur, Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar. Bukan inspeksi lewat laporan, tapi blusukan langsung cek saluran irigasi yang jadi urat nadi 200 hektare sawah warga.

 

Yang ditemukan bikin geleng kepala. Saluran irigasi banyak yang jebol, aliran air tersumbat sedimentasi, bahkan ada tiang listrik PLN yang berdiri tepat di jalur air. Hasilnya? Distribusi air ke sawah tersendat, petani terancam gagal panen.

 

Tanpa banyak basa-basi, Bupati Baharuddin langsung instruksikan 3 langkah konkret di tempat:

 

1. Perbaiki saluran irigasi yang rusak pakai anggaran daerah

2. Koordinasi dengan PLN untuk pindahkan tiang listrik yang ganggu aliran air

3. Keruk sedimentasi pakai alat berat biar air lancar lagi

 

“Air itu nyawa petani. Kalau air nggak jalan, 200 hektare lahan ini bisa gagal panen. Kami nggak bisa diam,” tegas Baharuddin di hadapan warga dan petani.

 

Dalam kunjungan itu, ia didampingi jajaran OPD lengkap: Camat, Kepala Desa, Kadis Pertanian, Bappelitbangda, Dirut RSUD, Kadis Kesehatan, hingga Kabid Irigasi PUTR. Sinyalnya jelas: ini bukan program setengah-setengah.

 

Baharuddin juga titip pesan ke petani: tetap semangat. Menurutnya, petani adalah garda terdepan ketahanan pangan Batu Bara. “Pemerintah akan terus hadir. Targetnya sederhana, hasil panen naik, petani sejahtera,” katanya.

 

Aksi cepat ini langsung jadi sorotan warga. Banyak yang bilang, ini baru namanya pemimpin yang turun gunung, bukan cuma ngantor.

 

Kalau perbaikan ini jalan, 200 hektare sawah di Sei Muka dipastikan kembali produktif. Dan itu artinya, stok pangan daerah aman, petani senyum, ekonomi desa bergerak.(*)