“JAGATARA Batu Bara: Dari Musyawarah Menuju Aksi Nyata untuk Rakyat”
admin Agustus 4, 2026
EDITORIAL MEDIA BERLAYAR
“JAGATARA Batu Bara: Dari Musyawarah Menuju Aksi Nyata untuk Rakyat”
Selasa, 4 Agustus 2026 menjadi penanda penting bagi gerakan kebangsaan di Kabupaten Batu Bara. Di Cafe Sahabah, Kecamatan Lima Puluh, Dewan Pimpinan Cabang JAGATARA – Jaga Nusantara Bersama resmi terbentuk melalui musyawarah pembentukan kepengurusan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan.
Terpilihnya Ahmad Fahmi Lubis sebagai Ketua DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara bukan sekadar pergantian estafet. Ini adalah amanah. Amanah untuk menggerakkan organisasi yang mengusung nama besar “Jaga Nusantara Bersama” agar tidak berhenti di atas kertas, tapi turun langsung menyentuh denyut kehidupan masyarakat.
Kehadiran tokoh masyarakat, pemuda, dan para calon pengurus dari berbagai kecamatan dalam forum tersebut menunjukkan satu hal: ada harapan besar yang disandarkan kepada JAGATARA. Harapan bahwa akan lahir sebuah organisasi yang solid, inklusif, dan berorientasi pada pengabdian, bukan pada seremonial.
Pernyataan Ahmad Fahmi Lubis dalam sambutannya patut diapresiasi. Komitmen untuk bekerja secara kolektif, profesional, dan mengedepankan semangat persaudaraan adalah fondasi yang tepat. Lebih dari itu, arah gerak yang ditawarkan — mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembinaan generasi muda — adalah program-program yang memang dibutuhkan masyarakat Batu Bara saat ini.
Batu Bara butuh mitra. Butuh tangan-tangan yang mau turun ke desa, mendengar keluhan petani, mendampingi UMKM, dan menjaga nilai-nilai gotong royong yang mulai tergerus zaman. Di titik inilah JAGATARA bisa mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sebagai penantang.
Namun komitmen di atas podium harus dibuktikan di lapangan. Tantangan terbesar JAGATARA ke depan bukan pada saat pembentukan, melainkan pada saat menjalankan program kerja. Konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa harus segera dilakukan. Jaringan harus diperluas, kader harus dibina, dan yang paling penting: program harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.
JAGATARA lahir di tengah kebutuhan bangsa akan persatuan. Nama “Jaga Nusantara Bersama” itu sendiri adalah pengingat bahwa tugas kebangsaan bukan milik pemerintah saja. Masyarakat sipil, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan punya peran yang sama besarnya.
Media Berlayar berharap, dengan terbentuknya DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara di bawah kepemimpinan Ahmad Fahmi Lubis, akan muncul gerakan-gerakan nyata yang memperkuat persatuan, menjaga nilai kebangsaan, dan mendorong kemajuan daerah.
Selamat bekerja. Rakyat Batu Bara menunggu aksi, bukan hanya wacana.
_Batu Bara, 4 Agustus 2026_
_Redaksi Media Berlayar_






![*Pemkab Batu Bara Salurkan Kursi Roda & Tongkat, Janji “Tak Ada Lagi Disabilitas yang Tertinggal”* *BATU BARA* – Lagi-lagi kabar baik datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [Dinsos P3A] turun langsung menyalurkan bantuan kursi roda dan tongkat bagi penyandang disabilitas di dua kecamatan sekaligus. Aksi sosial itu digelar Rabu [24/6/2026] di Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Datuk Lima Puluh. Bantuan diberikan kepada warga yang sebelumnya sudah mengajukan permohonan lewat desa dan kelurahan. Bagi penerima, bantuan sederhana ini berarti banyak. Satu kursi roda bisa membuat seorang ibu bisa lagi keluar rumah menemui tetangga. Satu tongkat bisa mengembalikan kemandirian seorang bapak untuk ke masjid dan pasar tanpa bergantung penuh pada orang lain. “Kami ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri,” kata perwakilan Dinsos P3A di lokasi penyaluran. Penyerahan di Tanjung Tiram dilakukan langsung oleh Sekretaris Dinsos P3A bersama Lurah Tanjung Tiram. Sementara di Datuk Lima Puluh, tim Bidang Rehabilitasi Sosial yang turun ke lapangan. Yang menarik, program ini bukan bantuan sekali jalan. Di Tahun Anggaran 2026, Pemkab Batu Bara sudah menyiapkan alokasi alat bantu lain seperti alat bantu dengar dan kaki palsu. Semua diberikan setelah melalui proses asesmen agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Langkah ini sejalan dengan target pembangunan inklusif nasional: memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pembangunan. Ketika negara hadir bukan cuma lewat dokumen, tapi lewat barang yang bisa langsung dipakai, kepercayaan publik pun tumbuh. Dinsos P3A Batu Bara menyebut program rehabilitasi sosial ini akan berjalan berkelanjutan. Tujuannya jelas: meningkatkan mobilitas, produktivitas, dan partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah banyaknya isu birokrasi yang jauh dari rakyat, aksi cepat dan menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti ini jadi contoh yang layak ditiru daerah lain. Karena pembangunan berkeadaban dimulai dari hal-hal kecil yang membuat hidup warga jadi lebih layak. *Mengapa ini penting?* 1. *Tepat sasaran*: Bantuan diberikan setelah asesmen, bukan asal bagi-bagi. 2. *Berkelanjutan*: Bukan program musiman, tapi masuk dalam perencanaan APBD 2026. 3. *Inklusif*: Menunjukkan negara hadir untuk semua, termasuk penyandang disabilitas. Program ini bisa jadi model bagi kabupaten/kota lain yang ingin memperkuat perlindungan sosial tanpa banyak retorika. *Pemkab Batu Bara Salurkan Kursi Roda & Tongkat, Janji “Tak Ada Lagi Disabilitas yang Tertinggal”* *BATU BARA* – Lagi-lagi kabar baik datang dari daerah. Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [Dinsos P3A] turun langsung menyalurkan bantuan kursi roda dan tongkat bagi penyandang disabilitas di dua kecamatan sekaligus. Aksi sosial itu digelar Rabu [24/6/2026] di Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Datuk Lima Puluh. Bantuan diberikan kepada warga yang sebelumnya sudah mengajukan permohonan lewat desa dan kelurahan. Bagi penerima, bantuan sederhana ini berarti banyak. Satu kursi roda bisa membuat seorang ibu bisa lagi keluar rumah menemui tetangga. Satu tongkat bisa mengembalikan kemandirian seorang bapak untuk ke masjid dan pasar tanpa bergantung penuh pada orang lain. “Kami ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri,” kata perwakilan Dinsos P3A di lokasi penyaluran. Penyerahan di Tanjung Tiram dilakukan langsung oleh Sekretaris Dinsos P3A bersama Lurah Tanjung Tiram. Sementara di Datuk Lima Puluh, tim Bidang Rehabilitasi Sosial yang turun ke lapangan. Yang menarik, program ini bukan bantuan sekali jalan. Di Tahun Anggaran 2026, Pemkab Batu Bara sudah menyiapkan alokasi alat bantu lain seperti alat bantu dengar dan kaki palsu. Semua diberikan setelah melalui proses asesmen agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Langkah ini sejalan dengan target pembangunan inklusif nasional: memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pembangunan. Ketika negara hadir bukan cuma lewat dokumen, tapi lewat barang yang bisa langsung dipakai, kepercayaan publik pun tumbuh. Dinsos P3A Batu Bara menyebut program rehabilitasi sosial ini akan berjalan berkelanjutan. Tujuannya jelas: meningkatkan mobilitas, produktivitas, dan partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah banyaknya isu birokrasi yang jauh dari rakyat, aksi cepat dan menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti ini jadi contoh yang layak ditiru daerah lain. Karena pembangunan berkeadaban dimulai dari hal-hal kecil yang membuat hidup warga jadi lebih layak. *Mengapa ini penting?* 1. *Tepat sasaran*: Bantuan diberikan setelah asesmen, bukan asal bagi-bagi. 2. *Berkelanjutan*: Bukan program musiman, tapi masuk dalam perencanaan APBD 2026. 3. *Inklusif*: Menunjukkan negara hadir untuk semua, termasuk penyandang disabilitas. Program ini bisa jadi model bagi kabupaten/kota lain yang ingin memperkuat perlindungan sosial tanpa banyak retorika.](https://www.toko-sukses.com/wp-content/plugins/contextual-related-posts/default.png)