Batu Bara,
bberlayar.com – Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai di Kabupaten Batu Bara. Sebanyak 371 petugas turun door to door ke 12 kecamatan selama 2,5 bulan untuk memetakan kondisi ekonomi masyarakat hingga ke akar rumput.
Pencanangan dilakukan langsung oleh Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian SH,MSi di Lapangan Bola Blok 8, Kecamatan Lima Puluh, Senin (15/6/2026). Pelepasan petugas ini jadi penanda dimulainya pengumpulan data ekonomi terbesar yang hanya digelar sekali dalam 10 tahun.
“Data yang akurat adalah fondasi kebijakan yang tepat sasaran. Kalau datanya salah, pembangunan juga bisa meleset,” tegas Bupati Baharuddin di hadapan petugas, jajaran Pemkab Batu Bara, Ketua DPRD, perwakilan Kapolres, dan Kepala BPS Batu Bara Laila Syafrita Siregar.
Petugas Diminta Ramah, Masyarakat Diminta Terbuka
Bupati menekankan satu hal penting ke petugas: etika dan keramahan. Menurutnya, pendekatan yang sopan akan membuat warga lebih terbuka menyampaikan data usaha dan aktivitas ekonomi mereka.
“Datangi masyarakat dengan tata krama yang baik. Dengan begitu, mereka tidak sungkan memberi informasi yang benar dan lengkap,” ujarnya.
371 Petugas, 12 Kecamatan, 1 Tujuan: Data Akurat
Mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, petugas Sensus Ekonomi 2026 akan mendatangi rumah warga dan pelaku usaha secara langsung. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah usaha, tenaga kerja, omzet, hingga potensi ekonomi daerah.
Hasil sensus ini akan jadi bahan utama pemerintah menyusun program pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kegiatan ini strategis. Hasilnya akan jadi pijakan kuat untuk kolaborasi dan kebijakan pembangunan 10 tahun ke depan,” kata Bupati Baharuddin.
Ajakan untuk Masyarakat Batu Bara
Pemkab Batu Bara mengajak seluruh warga mendukung suksesnya sensus. Cukup berikan informasi yang benar dan akurat saat petugas datang.
Sensus Ekonomi 2026 adalah program strategis nasional BPS. Tujuannya sederhana: memastikan pemerintah tahu kondisi nyata ekonomi masyarakat, sehingga bantuan, program, dan kebijakan bisa tepat sasaran.
Data bagus kebijakan tepat ekonomi tumbuh kesejahteraan naik.(*)