SPPBE PT.SML Diduga Caplok DAS Sei.Sikasim Dan Rekayasa Perizinan Gudang LPG 3 Kg menjadi Industri Hilir Pertamina SPPBE 3 Kg.
Batu Bara,Berlayar.com
Pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Energy(SPPBE) PT.SML Diduga Caplok DAS Sei.Samsu Dan Rekayasa Perizinan Gudang LPG 3 Kg menjadi Industri Hilir Pertamina SPPBE 3 Kg. energy (SPPBE) yang berlokasi didusun II Desa Perjuangan Kec.Sei.Balai diduga mempunyai Dokumen Pemeliharaan Lingkungan (DPLH) rekayasa Izin Gudang LPG 3 Kg nyatanya Industri Hilir Pertamina SPPBE 3 Kg untuk melayani Agen LPG 3 Kg.
Warga Perjuangan B.G,Jumat(3/4) kepada media ini menyebutkan rekomendasi pernah diterbitkan Persetujuan warga dan tanda sekira 20 orang,dirinya tidak membantah ada informasi UPL dan UKL Kegiatan Pembangunan Gudang jenis Usaha LPG 3 Kg,dengan luas 11.000M2.
Menurut sumber layak dipercaya NP warga sekitar lainnya ,SPPBE PT.SML merupakan Industri Hilir Pertamina sebagai SPPBE atau layak dikenal Pengisian Gas 3 Kg untuk para Agen LPG. 3Kg,dituturkannya ketika pengalihan ganti rugi tanah dari pemilik lama Aan ke PT.SML kepala dusun tidak disertakan dalam pengukuran tanah melainkan proses melalui notaris,diduga pula jumlah luas disertifikat tertera 11.000 M2 dan jika diukur ulang terdapat 4 rantai atau 1.600 M2 diluar ukuran tanah pemilik AAN (Bekas Kilang Batu)dan kelebihan 4 rantai tersebut masuk DAS sungai Sikasim perbatasan Asahan Dan Kab.Batu Bara.
Akibatnya penyempitan alur sungai over toping menampung debit air ketika curah hujan yang tinggi terjadi ditambah bahan radioaktif limbah gas akan banyak menimbulkan kerusakan tanaman petani dan habitat ekosistem yang hidup diair sungai yang selayaknya menjadi salah satu penunjang kehidupan masyarakat kedepannya.
Jurnalis sudah melapor kepos Security untuk konfirmasi dan mengisi daftar tamu namun hingga lebih dari 30 hari kerja tidak direspon.(Tim)






