Dinas Pendidikan Batu Bara Diduga Minim Rincian Data Pengadaan Mebel dan Bantuan Inalum di LKPJ 2025
Batu Bara, bberlayar.com – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Batu Bara Tahun 2025 untuk urusan pendidikan mencatat realisasi anggaran Rp361,98 miliar dari target Rp378,45 miliar. Namun, sejumlah pos pengadaan dinilai minim rincian, memicu pertanyaan soal transparansi.
Berdasarkan dokumen LKPJ yang diamati, Program Pengelolaan Pendidikan terealisasi 100% senilai Rp89,63 miliar dari target Rp91,77 miliar. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah terealisasi Rp272 miliar dari Rp286,27 miliar. Total serapan anggaran urusan pendidikan mencapai 95,65%.
Yang menjadi sorotan adalah kegiatan Pengadaan Mebel Sekolah. LKPJ mencatat target Rp2,504 miliar dengan realisasi Rp2,472 miliar. Namun, laporan tidak mencantumkan jumlah unit mebel, jenis barang, maupun daftar sekolah penerima.
Hal serupa ditemukan pada pos Perlengkapan Dasar Buku Teks dan Non-Teks Peserta Didik. Anggarannya Rp133,36 juta, terealisasi Rp133 juta. Laporan hanya menyebut nominal tanpa merinci jumlah buku, judul, atau software yang dibeli.
Tim Media Berlayar juga menemukan bahwa dugaan bantuan mobiler dari PT Inalum sebanyak 465 paket tidak tercatat dalam rincian pengadaan di LKPJ 2025.
Klarifikasi Pihak Dinas Beragam
Konfirmasi ke beberapa Kelompok Kerja Kepala Sekolah kecamatan menunjukkan jawaban beragam. Lima K3S mengaku tidak mengetahui dan menyebut sekolah di wilayahnya tidak mendapat program meja belajar tersebut.
“Dan tidak menutup kemungkinan mebel tersebut diprioritaskan di kecamatan lainnya,” tulis salah seorang K3S , Sabtu [20/6] kepada Media ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Batu Bara yang dikonfirmasi terpisah menyatakan akan melakukan pengecekan. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Sekretaris Dinas.
Sementara Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Batu Bara meminta agar konfirmasi diarahkan langsung ke Kepala Dinas, karena mengaku tidak memahami kegiatan tersebut.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Batu Bara yang dikonfirmasi via WhatsApp pada hari yang sama belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.
Kontras dengan Kondisi Lapangan
Data Dinas Pendidikan Batu Bara 2025 mencatat jumlah guru SD/MI sebanyak 2.649 orang untuk 42.736 siswa, serta guru SMP/MTs 1.039 orang untuk 15.400 siswa.
LKPJ juga mengakui sejumlah persoalan mendasar: kurangnya pengawasan sekolah SD dan SMP, persebaran pendidik yang belum proporsional, sarana prasarana belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan, serta banyak gedung sekolah yang mengalami kerusakan.
Angka Partisipasi Kasar dan Murni tingkat pendidikan menengah juga disebut masih perlu dioptimalkan.
Sebagai solusi, LKPJ menyebut rencana identifikasi kepala sekolah dan guru senior untuk menjadi pengawas, pemetaan dan pemerataan guru, serta peningkatan sarana prasarana secara bertahap hingga memenuhi standar nasional.
Langkah Media dan Tindak Lanjut
Tim Media Berlayar menyatakan akan melanjutkan konfirmasi terkait program mebel sekolah dalam beberapa hari ke depan.
Media ini juga bekerja sama dengan berbagai disiplin ilmu untuk membedah anggaran dan melakukan investigasi lapangan pada pos program kegiatan lainnya.
LKPJ mencatat Dinas Pendidikan Batu Bara memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran yang cukup besar, meski tidak dirinci jumlahnya.[SiLPA]
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Batu Bara terkait dugaan ketidaksesuaian rincian data pengadaan tersebut.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini disusun berdasarkan dokumen LKPJ Bupati Batu Bara 2025 dan hasil konfirmasi awal. Media Berlayar berkomitmen pada prinsip cover both sides dan akan memuat hak jawab atau klarifikasi dari pihak
terkait jika disampaikan kepada redaksi.(*)






