TAJUK RENCANA: SEKOLAH RAKYAT DI BATU BARA, ANTARA HARAPAN DAN TANGGUNG JAWAB Kamis 9 Juli 2026_
Pemkab Batu Bara bergerak. Lahan seluas ±12 hektare di Kecamatan Lima Puluh mulai ditinjau langsung oleh Bupati Baharuddin Siagian. Beliau tidak datang sendiri. Turut mendampingi Kadis Sosial Mulyadi beserta Sekretaris, Kadis Kesehatan Dedi dan dr. Buang Suardi, Camat Lima Puluh Andre, Asisten Bambang, serta rombongan lainnya.
Kehadiran unsur lintas OPD ini menunjukkan bahwa persiapan Sekolah Rakyat tidak hanya urusan pendidikan. Ada sisi sosial, kesehatan, hingga tata pemerintahan kecamatan yang coba disinkronkan sejak awal. Itu langkah yang baik.
Harapan yang Diletakkan
Ide dasar Sekolah Rakyat sederhana dan kuat: negara hadir untuk memastikan anak miskin tidak putus sekolah karena persoalan biaya. Konsep berasrama, gratis, dan fokus pada karakter diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Bagi Batu Bara, kehadiran sekolah ini bisa menjadi peluang. Peluang membuka akses, pemerataan, dan mencetak SDM yang siap bersaing. Jika dikelola baik, 12 hektare itu bukan sekadar tanah, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Catatan Kritis yang Perlu Dijaga
Agar harapan tidak berhenti di seremoni peletakan batu pertama, ada beberapa hal yang perlu dikawal bersama:
1. Transparansi dan Partisipasi. Dengan sudah turunnya Kadis Sosial, Kesehatan, dan Camat, forum dialog dengan warga dan tokoh setempat perlu segera digelar. Penetapan lokasi, status lahan, dan perencanaan harus terbuka agar tidak menimbulkan prasangka.
2. Kelayakan dan Keberlanjutan. Kehadiran Kadis Kesehatan mengingatkan kita: selain bangunan, standar gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan di asrama harus jadi prioritas. Sementara Kadis Sosial harus memastikan data penerima benar-benar tepat sasaran.
3. Tidak Mengorbankan Ruang Publik. Pengalaman dari program lain mengingatkan: pembangunan tidak boleh mengambil alih lapangan, sekolah, atau tanah warga tanpa ganti rugi dan persetujuan yang adil.
4. Anggaran yang Akuntabel. Sinergi OPD ini harus diiringi pengawasan. Pastikan setiap rupiah untuk Batu Bara benar-benar sampai ke kelas, asrama, dan meja belajar anak.
Harapan, Bukan Janji Kosong
Kita belum bisa menyebut Sekolah Rakyat di Batu Bara sebagai keberhasilan. Ia masih berupa harapan yang sedang diusahakan. Tapi harapan itu sah, dan perlu didukung.
Turunnya Bupati bersama jajaran penting ini adalah sinyal. Tinggal bagaimana sinyal itu diterjemahkan ke dalam kerja nyata, jujur, dan berpihak pada anak.
Semoga 12 hektare di Lima Puluh ini benar-benar melahirkan generasi Batu Bara yang unggul, berkarakter, dan membawa perubahan. Bukan hanya untuk Batu Bara, tapi juga menjadi contoh baik bagi daerah lain.
Karena ukuran keberhasilan sebuah program bukan seberapa lengkap rombongannya. Melainkan seberapa banyak anak yang lulus darinya dengan masa depan yang lebih baik.
Kutipan Sumber : Facebook/Medsos






