TAJUK: Data BPS Bicara, APBD 2025 Sudah Lunasi Persiapan, Kemensos Harus Segera Bangun Fisik Sekolah Rakyat di Batu Bara

add_text_20260620_081311

MP3 BAJAYA: Sekolah Rakyat Dibutuhkan di Batu Bara, Masih Banyak Anak Putus Sekolah Karena Orang Tua Tak Berpenghasilan.

Data BPS Kabupaten Batu Bara 2025 membuka kenyataan yang tidak bisa diabaikan. Kemiskinan dan putus sekolah di usia SMA masih jadi persoalan serius.

Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Batu Bara mencapai 10,10% atau sekitar 44.280 jiwa. Garis kemiskinan juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Artinya, beban ekonomi keluarga di Batu Bara makin berat.

Dampaknya langsung terasa di sektor pendidikan. Angka Partisipasi Sekolah di Batu Bara memang tinggi di jenjang dasar dan SMP:
– Usia 7–12 tahun: 99,7% masih bersekolah
– Usia 13–15 tahun: 95,36% masih bersekolah

Namun angka itu anjlok drastis di usia 16–18 tahun. Hanya 75,57% yang masih bersekolah di jenjang SMA. Penurunan lebih dari 20% ini menunjukkan risiko putus sekolah paling tinggi terjadi di jenjang menengah atas, tepat saat anak membutuhkan biaya lebih besar untuk sekolah.

Data ini berbanding lurus dengan tantangan ekonomi wilayah. Orang tua yang tidak berpenghasilan cukup terpaksa menghentikan pendidikan anaknya. Mereka bukan bodoh. Mereka digilas zaman karena sistem belum hadir menjemput mereka.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial sudah meluncurkan program Sekolah Rakyat. Konsepnya jelas: sekolah berasrama gratis untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kurikulumnya menggabungkan pendidikan formal, karakter, dan keterampilan agar lulusan bisa mandiri.

Yang penting, Batu Bara sudah tidak perlu menunggu dari nol. APBD Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran 2025 telah mengalokasikan dan melunasi biaya persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Berarti dari sisi daerah, komitmen fiskal sudah ditunjukkan. Tinggal eksekusi fisiknya.

Dengan 44.280 jiwa penduduk miskin dan penurunan partisipasi sekolah di usia 16-18 tahun, Batu Bara masuk kategori prioritas. Kami mendesak Kementerian Sosial RI dan Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk segera:

1. Mempercepat pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Batu Bara, karena dana persiapan sudah dibayar lunas dari APBD 2025.
2. Menargetkan siswa dari kelompok usia 16-18 tahun yang saat ini paling rentan putus sekolah sesuai data BPS.
3. Memastikan koordinasi pusat-daerah berjalan agar Batu Bara masuk prioritas realisasi fisik Sekolah Rakyat tahun 2026.

Tidak ada alasan menunda lagi. Persiapan administratif dan anggaran sudah selesai di tingkat daerah. Kalau fisik sekolah tidak segera dibangun, dana yang sudah dikeluarkan berisiko mengendap dan 24,43% anak usia SMA di Batu Bara akan terus kehilangan masa depan.

Kemensos dan instansi berwenang, data sudah jelas, anggaran sudah siap. Bangun fisik sekolahnya sekarang. Selamatkan anak-anak Batu Bara sebelum digilas zaman lebih dalam.

_Editorial Media Berlayar, 20 Juni 2026_